Jumat, 26 Januari 2018

Short Escape Jogja-Solo

    Desember tahun kemarin sengaja liburan ke Jogja - Solo sama temen SMA, Deli dan Nira. Iya, hanya Jogja dan Solo. Bagi kami yang tinggal di Semarang kedua kita tersebut tidak terlalu istimewa untuk liburan. Bisa jadi karena jaraknya yang gampang kami lalui dan frekuensi singgah di kota itu yang bisa dibilang sering. Inginnya sih berlibur ke tempat jauh tapi karena jadwal kami masing-masing yang susah diklopin, jadinya kami memutuskan untuk main asik ke kedua kota itu.

   Di jogja di bantuin sama temen SMA yang udah lama tinggal disana. Jujur aja, sering ke jogja tetep aja aku ga hafal sama jalannya 😅,banyak jalan tikus, sempit tapi bisa aja dimasukkin 2 mobil 😅. Makanya harus menggandeng tour guide buat kami yang ga hafal jalan jogja.

    Sampai di Jogja udah siang, jadi tepat banget buat makan siang. Diajaklah kami ke “Sate Klathak Pak Pong” di daerah Bantul. Hujan menambah rasa lapar semakin menjadi, tapi untuk sebelumnya udah diisi sama “chatime” segelas 😁. Kami berempat nggak kepikiran kalau hari itu long weekend jadi bakal rame banget, karena waktu parkir tempatnya masih longgar, setelah nyari meja buat kami duduk barulah sadar. Karena perjalanan hujan, jauh dan kami sudah lapar akhirnya kami putuskan tetep makan di sana dan harus bersabar sampai pesanan kami datang. Tepat 2 jam setelah kedatangan kami, akhirnya pesanan kami pun sampai di meja. Nggak heran kenapa di tempat itu rame banget, karena sate kambing dan sate klathak yang disajikan aromanya menggoda. Bagi yang nggak suka sate kambing pasti tetep aja doyan satenya Pak Pong ini. Dagingnya empuk, aroma kambingnya minimalis bahkan aku merasa nggak “bau”.
Hidangan yang kami pesan. Dan aku menyesal pesannya dikit 😅karena nunggunya lama

Perut kenyang, hujan masih rintik-rintik dan waktu sudah menunjukkan maghrib. Bisa dibilang menunggu sate klathak adalah QTime kami berempat bernostalgia masa SMA 😊.

   Bingung menentukan tujuan berikutnya karena kalau mau nonton kabaret di Oyot Godhong Cafe waktunya nggak memungkinkan dan tiket pun pasti sudah habis. Kami memutuskan untuk ke Sindu Kusuma Edupark, atau biasa disebut dengan Sindu Edupark. Sudah sering bolak balik ke jogja belum sempat singgah ke tempat hiburan ini. Sepi, karena mungkin sudah malam, dan kalah dengan tempat hiburan yang lebih modern, seperti Mall (di Jogja mallnya banyak dan gede2 😁). Kami memilih tiket yang sudah satu paket dengan Light Festival, yaitu Rp 45.000,-. Awalnya ragu karena foto di bawah lampu warna warni seperti itu pasti hasilnya nggak akan sebagus kalau foto di bawah lampu neon yang terang 😁. But wait!!, hasilnya lumayan puas, lebih dari ekspektasi padahal kami hanya menggunakan kamera Hp.
Sengaja dipeluk for good lighting, LOL~


Ala music group


Wefie ala kids jaman now


Kami memang masih (teman) SMA 😄

   Puas foto di setiap sudut Light Festival, kami lanjutkan buat nonton film 4D yang masih di dalam area Sindu Edupark. Masih harus bayar lagi Rp 15.000,- karena tiket paket yang kami beli hanya tiket masuk dan area light festival. Lumayan seru sih, karena 4D jadi selain tampilan gambarnya seperti nyata, kursi yang didudukin penonton bisa bergerak supaya si penonton seperti mengalami sendiri apa yang sedang ia tonton. Hanya saja filmnya kurang menarik, apalagi bagi kami yang sudah “kakak-kakak” gini 😅. Filmnya tentang pencurian buah semangka oleh segerombolan bintang 😅.


   Foto, nonton film, ngobrol pastinya bikin laper lagi. Mampir dulu di Tora-Tora, kedai japan food di area UGM (Universitas Gajah Mada). Enak,lumayanlah...tapi menurutku porsinya dikit 😜.

   Karena nggak nemu penginapan yang udah dibooked lewat aplikasi booking online, jadi malam itu juga langsung pindah kota ke Solo, padahal waktu menunjukkan pukul 23.30 WIB. Buat pelajaran dan lebih hati-hati aja, bahwa review di setiap aplikasi booking penginapan belum tentu sesuai ekpektasi dan sesungguhnya. Dan baru kali ini juga booking penginapan nggak kebeneran 😐.

   Kalau udah ke solo, ke mana lagi kalo nggak belanja ke PGS ( Pusat Grosir Solo) dan BTC ( Beteng Trade Center). Dua tempat ini termasuk pusat perbelanjaan terbesar di solo, mungkin kalau ke Jakarta seperti Tanah Abang.

   Karena hari itu sabtu jadi malamnya bisa jalan-jalan ke Pasar Malam Ngarsopuro. Sudah lama sekali nggak pernah singgah ke tempat itu, hampir 3 tahun yang lalu, walaupun sering bolak balik ke Solo setiap tahun, bahkan 2x dalam setahun. Penjualnya sudah nggak serame dulu dan barang yang ditawarkan (menurutku lho...) nggak semenarik waktu awal dibuka pasar malam. Nggak tertarik dengan barang yang ditawarkan, tapi jajan pentol bakar atau takoyaki cukup menggiurkan sambil duduk ngobrol dan menikmati wedang ronde.

Jaman now harus poto dimana pun berada 😆


   Keraton Solo menjadi tujuan terakhir kami sebelum pulang ke Semarang. Sebelum paginya sarapan dulu di Soto Gading.
Soto Gading Solo


   Tiket masuk keraton Solo hanya Rp 10.000,- untuk wisawatan domestik, kalau datengnya rombongan minimal 40 orang jadi lebih murah, Rp 8.000,-. Kedatangan kami kurang tepat karena keraton sedang tahap renovasi, jadi kurang “fotoable” karena ada tangga-tangga besar dan tinggi di beberapa sudut. Oiya...kalau ke keraton lebih baik pakai sepatu, kalau sandal harus dilepas jika masuk area taman keraton. Kata abdi dalemnya itu untuk saling menghargai saja, karena bersepatu itu lebih sopan.
Papan pemberitauan di pintu masuk taman Keraton

Siapa tau ada recehan


Karena si Nira pakai sendal,jadilah dia “nyeker” 😅


Nira nih banyak gaya 😁


   Di dalam keraton Solo ini seperti dibuat museum, ada beberapa diorama adat istiadat jawa tengah ( Solo), pajangan dinding, senjata, kereta kencana raja, bahkan alat masak pada masa kerajaan dahulu. Tapi menurutku sangat disayangkan karen kurang terpelihara dengan baik, terlihat dengan beberapa debu dan lusuh pajangan yang dtampilkan. Ya....mungkin hati-hati kali ya karena kalau itu kain bisa jadi sobek saat dicuci atau dibersihkan, tapi kan harusnya ada cara lain kan ya biar kelihatan enak dilihat gitu (tetep aja nyinyir 😅,minta ditoyor netijen 😆).

Nira dan Deli udah menyatu banget sama hiasan dindingnya 😁

   Sudah kenyang jalan-jalan dan foto di keraton, giliran lapar perut (lagi) karena saatnya makan siang. Sebenernya masih (agak) kenyang karena sarapan tadi adalah nasi dan pernak perniknya yang kaya karbohidrat. Aku pun memutuskan buat jajan “lucyuk” di Selat Mbak Lies, sekalian buat oleh-oleh yang di Semarang.
Jus tomat, es teler, dan setup macaroni.
Jus Tomat, Setup Macaroni, Es Teler


Selat galantin kuah saos ( sauce)

   Perjalanan pulang ke Semarang kami masih mampir untuk makan siang (yang kesorean ) dan sholat Asar di daerah Tuntang. Apalagi yang ngehitz kalau bukan Ayam Goreng Bu Toha. Tempt makan ini terkenal karena menyajikan ayam goreng kampung dan sambal bawang yang pedas (dan berminyak enak😁). Lalapan yang disajikan pun lain dari yang lain, yaitu daun Kenikir.

Nasi lalapan sambel adalah menu paling “endeus” 😍

   Short escape yang cukup mengenyangkan. Disyukuri saja walaupun kantong semakin menipis dan badan lelah, tetapi “rasa” yang dibawa setelahnya adalah bahagia menghadapi rutinitas dan tantangan selanjutnya. 😁

Sabtu, 09 Desember 2017

Gema Cermat Bareng Apoteker Kota Semarang

Kegiatan bulan lalu,November 2017 yang baru sempet diposting 😁. Dalam rangka HKN (Hari Kesehatan Nasional) 2017, Ikatan Apoteker Indonesia Kota Semarang mengajak masyarakat kota semarang untuk lebih aware lagi sama kesehatannya terutama dalam menggunakan obat, serta lebih berhati-hati akan beredarnya obat ilegal. Acara ini dilakukan bareng organisasi tenaga tekhnis kefarmasian yaitu PAFI (Persatuan Ahli Farmasi Indonesia) Kota Semarang.


Sebelum long march, senam bareng radio Gajahmada (Radionya Orang Semarang) 😁 💃

image1.png



Long march sepanjang jalan pemuda, sekalian memberikan informasi tentang “Gema Cermat” dan “DAGUSIBU” sama warga kota Semarang yang lagi CFDan.

image2.png
masih pakai spanduk World Pharmacist Day 2017 😅

image3.png
Gema Cermat sist 😁

image4.jpeg
Fokus sama X-banner aja, please..

Semoga acara seperti ini bisa lebih membantu masyarakat Kota Semarang lebih sehat, dan paham apa itu obat.

#tanyaObatTanyaApoteker
#ApotekerDiHati 

Short Escape Jogja-Solo

    D esember tahun kemarin sengaja liburan ke Jogja - Solo sama temen SMA, Deli dan Nira. Iya, hanya Jogja dan Solo. Bagi kami...