Jumat, 27 Oktober 2017

Masyarakat Cerdas Obat ( GEMA CERMAT)

Beberapa pekan lalu lagi heboh banget tentang obat illegal. Nah…aku mau mengajak semuanya (yang membaca ini pastinya) untuk lebih cerdas sama obat, namanya “Gema Cermat”, Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat. Sebenernya ini adalah program dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk mengedukasi masyarakatnya supaya lebih peduli, sadar, paham dalam menggunakan obat secara tepat dan benar. Jadi biar nggak bodo-bodo amat gitu kan ya tentang obat, terutama pengobatan diri sendiri atau biasa disebut swamedikasi. 
logo dari Binfar Kemkes
Sebenernya tubuh ini sudah dirancang oleh Allah SWT sedemikian rupa dengan sistem imun yang luar biasa ketika ada gangguan dari luar. Misalnya serangan virus flu (influenza), atau banyak yang bilang “masuk angin” tubuh biasanya akan memberikan respon seperti demam, bersin-bersin atau bahkan diare. Asal tau aja nih kalo diare  itu sebenernya karena sistem imun tubuh lagi bekerja membuang zat yang tidak seharusnya berada di dalam tubuh ini. Aku kasih gambaran dikit, di dalam tubuh itu usus kita bergerak sesuai ritme yang telah diatur oleh Sang Maha Pencipta supaya apa yang ada di dalamnya dapat diserap baik oleh tubuh, tapi kalo yang di dalam usus itu adalah sesuatu yang tidak bermanfaat sama tubuh maka si usus ini akan bergerak lebih cepat dari ritme yang seharusnya, jadilah diare. Dan ini pun tidak perlu obat keras untuk menghentikannya, kecuali timbul gejala lain seperti darah, berlendir atau frekuensi BAB (buang air besar) lebih dari 5x/24 jam, maka harus ke dokter segera untuk mendapatkan penanganan dan terapi lebih tepat.

Oiya, ini lebih tips, bukan tips sih tapi anjuran dari WHO (World Health Organization), departemen kesehatannya dunia, kalo diare lakukan ROS (rehidration oral solution) yaitu minum oralit. Bukan cuman air putih ya...

Obat akan bermanfaat jika digunakan dengan benar dan tepat. Tepat indikasi / khasiatnya, tepat dosisnya, tepat cara penggunaannya. Kita pun juga harus waspada akan efek samping yang akan terjadi setelah minum obat, ya...walaupun efek samping obat itu tidak terjadi pada setiap individu. Obat yang tidak tepat, misal penggunaan antibiotik sembarangan tanpa pemeriksaan yang jelas oleh dokter (dan dengan hasil laboratorium) justru akan membuat antibiotik ini tidak bermanfaat sama sekali, bahkan akan membuat resistensi (kebal), nah… yang kebal ini si bakterinya lho. Coba bayangkan kalo bakteri-bakteri pada kebal sama antibiotik (bahkan yang paling ampuh) trus si bakteri ini menginfeksi manusia???
Dan perlu diketahui juga tubuh punya bakteri baik yang menjaga tubuh ini tetap seimbang sehat dan terhindar dari bakteri-bakteri jahat, jadi kalo minum antibiotik sembarangan akan membunuh si bakteri baik juga. Padahal peran si bakteri baik ini banyak banget lho buat tubuh. 

Baiklah cukup sekian aku cerita tentang GEMA CERMAT. Semoga membantu akan hidup lebih sehat dan bijaksana dalam mengobati diri sendiri dan keluarga.
salah satu leaflet dari Binfar Kemkes

Jadi, sudahkah selama ini cerdas dalam menggunakan obat ???

Sabtu, 07 Oktober 2017

Brownies Kopi (yang kurang ngopi)

Brownies, banyak sejarah yang mengatakan tentang kue ini. Ada yang bilang kalo ini adalah kue gagal. Si koki pembuat kue lupa masukin baking powder, pengembang buat bolu gitu dan akhirnya si kue coklat ini jadi "bantat". Gitu sih kalo baca salah satu yang wikipedia ceritain. Whatever lah ya dari sejarahnya. Kalo dari sejarahku, jaman masih sekolah putih abu-abu samapi kuliah pernah jadi omset yang cukup menebalkan dompet langsingku. Siapa pun bisa bikin kue ini walaupun belum pernah nge"baked" sama seklai. Pasti berhasilnya dan kue bantat ini pasti enak.

Gagal jogging sore karena ga ada yang nemenin, daripada mager jadilah buka-buka lemari nyari inspirasi mau "pasaran" apa. Karena masih ada coklat sepotong sisa bikin kue kapan lalu dan ada bubuk kopi instan disebelahnya, kepikiran deh mau bikin apaan. Yup...brownies!!

Bahan ala kadarnya yang ada di lemari dapur, ada :

150 gram dark chocolate (misal punyanya milk choclate bisa lho dipakai juga)
50 gram mentega
50 gram minyak goreng
2 butir telur ayam
120 gram gula halus
100 gram tepung terigu
2 sendok teh susu bubuk (pake dancow, hasil minta dikit punya ponakan)
2 sendok teh kopi bubuk (kalo aku pakenya kopi kapal api yang original gitu)
kertas roti buat lapisan loyang



kopi sama susu bubuknya lupa nampang


Cara bikinnya seperti bikin brownies kebanyakan, si dark coklat dan mentega "ditim" atau dilelehkan di atas air mendidih.  Jangan dari api langsung ya, ntar gosong coklatnya. Kalo udah leleh masukin deh si minyak goreng, dan diaduk jadi satu. Campuran coklat udah jadi, singkarkan dulu.

Masukkan telur dan gula, kocok pake mixer kecepatan tinggi sampai kecampur rata. Bentar aja sih nggak perlu lama kaya bikin kue bolu atau cake. Kalo udah kecampur rata, ubah kecepatan mixer paling rendah dan giliran si tepung terigu, kopi dan susu bubuk masuk. Aduk sampai bener-bener kecampur tepung dan bubuk-bubuk tadi sama adonan telur gula. Matiin mixer dan masukkan campuran coklat yang udah dilelehkan tadi. Aduk pake spatula. Ngaduknya kaya nasi gitu. Nah kalo udah ngerasa tercampur semua gitu, tinggal tuang deh ke loyang, trus taburi kacang almond, kalo ini pilihan suka-suka sih, pengen lebih gurih bisa tabur keju cheddar, atau pengen lebih coklat lagi bisa taburi choco chip.

Oiya yang bikin gemes itu kalo browniesnya ada shiny crustnya dan teksturnya moist bangettt..love it!!


Hasil kali ini nggak begitu mengecewakan tapiiiiii aroma kopinya kurang nampol. Mungkin bisa dicoba lain kali kopinya yang lebih gigit baunya (ada yang mau kasih saran kopi apa gitu ??), jd biar aroma si brownies jadi lain nggak melulu coklat 



Selamat mencoba dan menikmati kalo bikin kue nggak sesusah yang dibayangkan. Coba dulu baru bisa bilang itu gampang atau susah. Kalo kata orang sekarang kan " no pict hoax", jadi kalo menurutku "no try you lost" *plaaaakkk *sok amat 

Short Escape Jogja-Solo

    D esember tahun kemarin sengaja liburan ke Jogja - Solo sama temen SMA, Deli dan Nira. Iya, hanya Jogja dan Solo. Bagi kami...